Perintah meluruskan dan merapatkan barisan.
Adapun hadits-hadits yang memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan barisan diantaranya:
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ … أَلاَ تَصُفُّوْنَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوْفَ الْأَوَّلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ =رواه مسلم والنسائي وابن خزيمة=
Dari Jabir in Samurah ra, ia berkata: Rasulullah saw, keluar kepada kami, lali ia bersabda: . . . Apakah kalian tidak berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat di sisi Rabb mereka ?” Maka kami berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana berbarisnya malaikat di sisi Rabb mereka?” Beliau menjawab: “Mereka menyempurnakan barisan-barisan [shaf-shaf], yang pertama kemudian [shaf] yang berikutnya, dan mereka merapatkan barisan”. =HR. Muslim, An Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah=عَنْ النُّعْمَانِ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ حَتَّى رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ فَرَأَى رَجُلاً بَادِيًا صَدْرُهُ مِنْ الصَّفِّ فَقَالَ عِبَادَ اللهِ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ =رواه مسلم وغيره=
Dari Nu’man bin Basyir ra, ia berkata: Dulu Rasulullah saw meluruskan barisan kami sebagaimana lurusnya anak panah, hingga ia melihat bahwa kami telah mengerti. Kemudian keluarlah ia pada suatu hari, lalu ia berdiri, ketika ia hendak takbir, ia melihat seorang yang dadanya menonjol dari barisan, maka ia bersabda, Hai hamba Allah. Samakan kamulah barisan kamu, atau Allah membuat hati kamu berselisih. =HR. Muslim dan yang lainnya=عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي =متفق عليه=
Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw bersabda: “Tegakkan [luruskan dan rapatkan, pent-] shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian dari balik punggungku” =Muttafaqun ’Alaihi=Dari hadits-hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya meluruskan dan merapatkan barisan pada waktu shalat berjama’ah karena hal tersebut termasuk kesempurnaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah saw:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ =رواه مسلم=
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, Bersabda Rasulullah saw: “Luruskan shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat (berjama’ah)”. =HR. Muslim= عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ =متفق عليه=
Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw bersabda: Luruskan kalianlah barisan kalian, karena sesungguhnya lurusnya barisan itu dari bahagian shalat (berjama’ah). =HR. Muttafaqun ‘Alaihi=عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ =رواه ابو داود=
Dari Ibnu Umar bin Al Khaththab bahwasanya Nabi bersabda, “Tegakkan shaf-shaf kalian dan rapatkan bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah, lunakkanlah ke tangan saudaramu dan jangan kalian tinggalkan celah untuk syaithan, barangsiapa yang menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya dan barangsiapa memutus shaf niscaya Allah akan memutuskannya”. =HR. Abu Dawud= Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim=عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَحَاذُوا بَيْنَ مَنَاكِبِكُمْ وَلِينُوا فِي أَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَسُدُّوا الْخَلَلَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ بَيْنَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْحَذَفِ يَعْنِي أَوْلاَدَ الضَّأْنِ الصِّغَارَ =رواه احمد=
Dari Abu Umamah ra, ia berkata Rasulullah saw bersabda: Ratakanlah barisan kalian, rapatkanlah bahu-bahu kalian, lunakkan tangan berdampingan dengan saudaramu, tutuplah sela-sela dari shaf itu, karena sesungguhnya setan itu memasuki sela-sela yang kosong itu tak ubahnya bagai anak kambing kecil. =HR. Ahmad=عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً =رواه احمد وابن ماجه وابن حبان وابن خزيمة=
Dari ’Aisyah ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada orang yang menyambung barisan, dan barangsiapa yang mengisi satu celah, Allah angkat ia satu derajat.. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Ibnu Khuzaimah).عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبًا فِي الصَّلاةِ، وَمَا تَخَطَّى عَبْدٌ خُطْوَةً أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خُطْوَةٍ مَشَاهَا رَجُلٌ إِلَى فُرْجَةٍ فِي الصَّفِّ فَسَدَّهَا =رواه الطبراني=
Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahunya (mau untuk ditempeli bahu saudaranya) ketika shalat, dan tidak ada langkah yang lebih besar pahalanya daripada langkah yang dilakukan seseorang menuju celah pada shaf dan menutupinya”. (HR. Thabrani).Keutamaan shaf bagi laki-laki dan wanita.
Sabda Rasulullah saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا =رواه مسلم=
Dari Abu Huraira ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sebaik-baik dari barisan laki-laki adalah yang paling awal (depan), dan sejelek-jeleknya adalah yang paling akhir (belakang). Sebaik-baik barisan wanita adalah yang paling akhir (belakang), dan seburuk-buruknya adalah yang awal (depan). =HR. Muslim=عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا =متفق عليه=
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Kalaulah manusia mengetahui apa yang terdapat di azan dan shaf pertama (dari besarnya pahala-pent) kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali dengan diundi, maka pastilah mereka telah mengadakan undian, dan kalaulah mereka mengetahui apa yang terdapat di sikap selalu didepan, pastilah mereka telah mendahuluinya, dan kalaulah mereka mereka mengetahui apa yang terdapat di shalat isya dan shalat subuh (dari keuntungan) maka pastilah mereka mendatangi keduanya walaupun dengan merayab (merangkak). (HR. Muttafaqun ’Alaihi)Keutamaan mendapat takbiratul ihram imam.
Sabda Rasulullah saw.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ النِّفَاقِ =رواه الترمذي=
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, Bersabda Rsulullah saw : Barangsiapa talah melakukan shalat karena Allah selama 40 hari berjama’ah, ia mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram dengan imam –pent), maka dicatatlah baginya dua kebebasan, kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari kemunafikan. =H.R. Tirmidzi= Dinyatakan hasan oleh Albani di kitab shahih Al Jami’ II/1089.(Dikutip dari: http://al-uswah.org)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar